Ini toh namanya Selena Gomez

Beberapa waktu yang lalu saya terheran-heran melihat adik perempuan saya setia menunggui televisi, entah acara apa yang sedang ia ikuti. Kok betahnya duduk didepan tv seharian begitu pikir saya. Selidik punya selidik ternyata adik saya sedang mengikuti perkembangan Justin Bieber di Indonesia. Oalah… gak dapet tiketnya malah dapet beritanya. heheh..

Okelah, ternyata adik saya tau diri tidak ngotot ingin nonton. Lha wong tiketnya saja luar biasa mahal. Puji syukur punya adik yang tidak merepotkan orang tua dan kakak-kakaknya.

Ya Justin Bieber beberapa saat yang lalu memang mampir di Indonesia setelah konser duluan di Malaysia. Kedatangan remaja 17 tahun yang ngetop lewat video Youtube itu sempat membikin heboh publik, jauh dari popularitas Briptu Norman yang notabene juga terkenal lewat video amatir. hehe.. ya tentu lain cerita dong.. masak si Justin Bieber di samakan dengan Briptu Norman. Bisa-bisa diprotes ma ribuan cewek se-Indonesia.

Namun yang membikin saya penasaran adalah ketika adik saya ngomel-ngomel sendiri sama si pacar Justin yang juga ikut datang di Indonesia. Kalo gak salah namanya Selena Gomez. Bintang televisi dan film disney yang beda 1 tahun sama Justin.

“Duh, selena tu gak cantik-cantik amat. Kok maunya si Justin ma dia. Sok cantik lagi..!” begitu adik saya berujar. Langsung saja saya yang mendengarnya tertawa terpingkal-pingkal begitu nada cemburu itu terucap dari cewek SMP yang tergila-gila sama Justin Bieber.

Mungkin bukan hanya adik saya, ribuan remaja ababil lainnya juga berkomentar sama tentang si Selena. Ya harap maklum mereka tidak rela jika sang pujaan telah memiliki pacar. Duh ada-ada saja pikir saya. Memang hak si Justin lah mau punya pacar atau enggak. hehe…

Saya juga melihat berita tentang penggemar Justin Bieber yang menuliskan spanduk bertuliskan: “We love Justin. Selena Go To Hell..” wahaha..kok sampek segitunya, boleh lah cemburu atau apalah namanya. Tapi kasian kan si Selena disuruh pergi ke neraka.

Karena kuper banget dan tentu saja sangat tidak mengidolai Justin Bieber. browsinglah saya mencari foto Selena Gomez yang fenomenal itu dimata Belibers. wehehe.. Belibers? burung Beliebers kali… dan.. ternyata lumayanlah untuk ukuran remaja. hehe..

Hmm.. pantaslah untuk ukuran selebriti kondang. Selena cakep juga kok. pantesan si Justin mau ngelepas “keperjakaannya” wahahah.. hus ngelantur. yang jelas harap ikhlas aja deh bagi beliebers-beliebers Indonesia termasuk adik saya. Kayaknya susah mau ngalahin si Selena ini. Sama-sama artis lagi dibandingin rakyat jelata seperti kita.

Ikhlas aja ya dek,, mikir sekolah aja ya daripada ngeributin di Justin atau non Selena. Cukup ngefans ma lagunya aja. Daripada tereak-tereak plus nangis sesenggukan di bandara seperti anak yang kehilangan induknya. Baby.. baby.. oooo…..

***

Briptu Norman, kita tertawa atau memuji?

“Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya.. Saare Ishq Ki Chaaon Chal Chaiyya Chaiyya.. Saare Ishq Ki Chaaon Chal Chaiyya Chaiyya.. Paanv Janat Chale Chal Chaiyya Chaiyya.. Paanv Janat Chale Chal Chaiyya Chaiyya..”

Sebait lirik lagu India diatas saya tulis bukan karena saya sangat hafal atau sudah membeli VCD bajakan. Melainkan hasil copas dari blog orang lain yang saya lupa namanya. Cukup butuh Ctrl A + Ctrl V lalu pindahkan ke notepad sambil sesekali dibaca sekilas meskipun sangat susah melafalkannya, atau mungkin lidah saya yang terlalu pendek. Ah masa bodo, yang penting bisa saya copas ke dalam blog ini.

Bagi penggemar musik india, banyak-banyak berterima kasihlah pada anggota Brimob Gorontalo ini. Berkat keberuntungannya, dan sedikit bumbu-bumbu anti malu kita seakan dibawa kembali pada era akhir 90an dimana demam film dan musik india melanda negeri ini.

Mirip sebuah wabah penyakit menular yang sulit untuk disembuhkan. Dimana-mana beritanya tentang seorang polisi bernyanyi lagu India. Tak ketinggalan dunia internet juga makin banyak searching tentang Briptu Norman demi memenuhi rasa penasaran akan video amatir tersebut.

Sebut namanya Briptu Norman Kamaru. Anggota Brimob Polda Gorontalo yang baru-baru ini ketiban rejeki durian runtuh menjadi penyanyi India dadakan karena video isengnya setelah diunggah keYoutube. Seakan mengulang suksesor dari duet lipsync Shinta Jojo atau si banci Udin sedunia yang terkenal lewat situs penggugah video milik Google itu. Jaman sekarang memang harus berani narsis didepan kamera jika ingin terkenal. Ada yang ingin mengikuti? lumayan lho, bisa tenar tanpa modal sama sekali,

Gaya khas India seperti gerakan tangan memukul-mukul kebawah dan tangan yang menengadah keatas mirip orang berdoa berhasil menyita perhatian publik dalam 2 minggu terakhir ini. Bahkan anak-anak kecil saja sudah hafal menyanyikannya bak seorang Sahrukh Khan dalam adegan bernyanyi ciri khas film india kebanyakan. Tak heran juga para pedagang VCD bajakan meraup hasil panen yang luar biasa besar untuk ukuran CD penyanyi lokal. Sungguh berkah pagi pelaku pembajakan.

Seminggu ini Briptu Norman berulang kali diundang bernyanyi di semua acara hiburan  stasiun televisi swasta. Tawaran menggiurkan sebagai artis membuat ia rela terbang jauh dari Gorontalo ke Jakarta meraih mimpi bakatnya sebagai penyanyi. Cuti atau alasan apa yang ia pakai saya sendiri tidak tahu. Semula atas dasar pemanggilan pihak POLRI yang ingin meminta klarifikasi dari Norman. Namun akhirnya Kapolri mendukung penuh Norman untuk bernyanyi di depan publik lewat layar kaca hingga berlanjut sampai detik ini.

Tidak. Briptu Norman tidak memakai baju jubah tipis dengan balutan selendang cerah seperti seorang artis India pada umumnya. Namun ia bernyanyi di televisi tetap memakai seragam Brimob lengkap dengan baret dan pisau belati diikat pinggang sesuai dengan apa yang menjadi ciri khasnya didalam video.

Semalam pun ia bernyanyi lagi disebuah stasiun TV swasta sambil berjoget ala India ditemani “cewek” seksi bernama Olga Syahputra berlenggak lenggok didepan kamera seakan hanya dia dan Briptu Norman saja yang ada diruangan itu. Mirip dan pas sekali dengan kebanyakan video India yang kita tonton.

Dengan pakaian seragam lengkap ala pahlawan pembela kebenaran Briptu Norman sangat padu berduet dengan Olga yang (maaf) belum pantas disebut sebagai laki-laki. Tampang kewibawaan seorang perwira polisi seakan luntur terkikis oleh “kelembutan” seorang presenter sebuah acara terkenal yang bergaya seperti perempuan.

Beberapa teman saya tertawa melihat tingkah laku duet penyanyi berlatar belakang berbeda itu. “Hey, dia itu polisi teman, kenapa kamu tertawa seperti itu?” Briptu Norman bukan seorang badut ancol atau pelawak kondang yang pantas ditertawakan. Dia adalah seorang anggota Brimob Polda yang hanya sedikit menikmati popularitas dari pekerjaannya. Walaupun kadang tingkah laku oknum polisi kebanyakan sangat menjengkelkan bagi saya.

Namun pada akhirnya lama-lama saya merasa risih dan kasihan juga melihat dia bernyanyi didepan publik bagai sebuah tontonan jalanan yang membuat beberapa orang tersenyum simpul bahkan tertawa. Dengan memakai seragam lengkap ditambah beberapa atribut kepolisian secara tidak langsung ia mewakili semua keluarga besar POLRI didepan layar kaca. Membawa nilai dan wibawa seorang abdi negara demi konsumsi publik mengacu pada selera pasar Indonesia yang demen ikut-ikutan.

Briptu Norman sudah cukup tampil lagi ditelevisi. Dia harus kembali ke gorontalo dan menyelesaikan tugas nyatanya sebagai polisi bukannya enjoy menerima banyak tawaran syuting. Negara menggajimu sebagai polisi dan haruslah melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai abdi negara bukannya menjadi tontonan acara hiburan televisi.

Tidak tahu apa yang seharusnya saya lakukan begitu melihatnya. Mau tertawa atau memuji? yang jelas jika saya seorang perwira polisi mungkin menutupi muka dengan bantal adalah cara tepat mengusir rasa malu saya pada institusi yang saya bela.

***