Posted on

Kerupuk oh kerupuk

Hey, kenapa tiba-tiba saya menuliskan nama makanan ringan itu di blog saya? bukan, saya sedang tidak makan saat ini. Ataupun baru saja ngemil makanan renyah itu ketika menulis. Hahaha..tidak. Hanya sedikit iseng saja saya memilih topik bahasan dalam blog saya sekarang. Entah kenapa dirumah saya lagi demam kerupuk. Kanan kiri krupuk, di samping lemari banyak kerupuk sudah dibungkus siap jual, toples dimeja makan ada krupuk, didapur apalagi, malah ada banyak kerupuk mentah belum digoreng sama ibu saya. Ya, dunia saya bernama kerupuk sekarang. Saya jelaskan nanti kenapa saya menjadi kerupuk lover seperti sekarang. Saya bahas dulu apa nama cemilan kegemaran saya ini.

Menurut paman “Wikipedia”, definisi Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang atau ikan. Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sebelum dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah sinar matahari dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak. Kerupuk bertekstur garing dan sering dijadikan pelengkap untuk berbagai makanan Indonesia seperti nasi goreng, gado-gado dan sejenis masakan lainnya. Kerupuk biasanya dijual di dalam kemasan yang belum digoreng lalu dijual dalam bentuk kilo ataupun ons. Kerupuk ikan dari jenis yang sulit mengembang ketika digoreng biasanya dijual dalam bentuk sudah digoreng seperti yang ada disamping saya saat ini.

Dari kecil entah kenapa saya doyan sekali makan kerupuk. Tidak ada kerupuk, seakan makanan yang saya makan tidaklah lengkap. Lebih baik saya tidak makan jika tidak ada kerupuk. Atau saya stop sebentar sendok saya kemudian berlari kecil diwarung sebelah membeli sesuatu yang namanya kerupuk. Entah itu kerupuk ikan, kerupuk tepung atau kerupuk kecil2 yang paling murah pasti saya beli. Asalkan renyah ketika saya gigit. Tidak melempem akibat pemilik warung yang malas tidak mau rugi membuang kerupuk tidak laku itu.

Oke, saya lanjutkan cerita saya mengenai kerupuk tadi diawal paragraf kenapa keluarga saya sekarang demam kerupuk. Ayah dan ibu saya serta adik-adik saya sekarang tinggal di Kota Batu Malang sejak akhir tahun 2010 yang lalu. Kota dingin yang terletak dibarat kabupaten Malang. Namun ayah saya tidak sepenuhnya tinggal di Kota Batu terus. Seminggu sekali beliau pulang ke Banyuwangi, kota ujung timur pulau jawa untuk bekerja.

Beliau adalah pegawai BPS Banyuwangi yang masa kerjanya kurang lebih sisa 3 tahun untuk pensiun. Beda dengan ibu saya yang pindah tugas sebagai guru SD di Batu. Nah.. karena ayah saya bolak-balik Banywuangi-Malang setiap minggu dan tidak terhitung berapa banyak ongkos perjalanan yang ia keluarkan untuk transport maka dengan cerdiknya ayah saya berpikir kenapa waktu pulang tidak membawa saja oleh-oleh dari Banyuwangi untuk dijual disini? dari sinilah awal kemunculan kerupuk di keluarga saya dimulai.

Bukannya kerupuk juga ada disana? ya, memang di Batu juga banyak kerupuk, tapi jika soal masalah rasa..hmmm.. mirip kerupuk Palembang, krupuk Banyuwangi memiliki keistimewaan sendiri. Memang bahan bakunya sama-sama ikan, yakni ikan tengiri. Namun masalah ikan yang membedakannya. Kota Batu adalah kota di pegunungan yang tentunya sangat jauh dari namanya laut. Beda dengan di Banyuwangi yang merupakan daerah pesisir pantai selat Bali. Jadi boleh diutamakan tentang masalah kesegaran ikan.

Ya, ikan yang segar sangat mempengaruhi masalah rasa dari kerupuk itu sendiri. Semakin segar ikan yang digunakan, semakin gurih dan lezat rasa dari kerupuk itu. Makanya, ayah saya berani repot-repot bawa karung besar berisi kerupuk mentah di dalam kereta. Nantinya tinggal digoreng disini lalu dipasarkan ke sejumlah warung, restoran atau rumah makan yang lumayan banyak jumlahnya di Batu. Maklumlah namanya daerah wisata pasti banyak tempat-tempat mengisi perut.

Sore tadi saya telah selesai membantu orang tua saya mengepak kerupuk matang ke dalam bungkus plastik dirumah. Mumpung lagi ada di rumah, jadi itung-itung belajar berbisnis lah. Mengenai labelnya, biarkan saya yang berkreasi di corel bajakan saya (maaf kalo bajakan). Maklum sangat menyukai desain sejak kecil. hehe.. Setelah selesai printout kemudian mampir ke fotocopy terdekat di daerah rumah. Jadi deh tuh lebel sederhana. haha..

Semoga dengan hadirnya kerupuk ini, ekonomi keluarga saya dapat terangkat kembali, minimal tetap dapat menyuplai kebutuhan kuliah saya. hehe.. Itung-itung juga mengisi kegiatan ayah saya yang sebentar lagi pensiun. Semoga tidak melempem nantinya dan berharap bisa memuaskan para pecandu kerupuk di kota ini. Pembaca ada yang ingin nyobain kerupuk keluarga saya?…. Silahkan mampir ke perum lahor A2 kota Batu. Saya tunggu.. πŸ™‚

 

Foto-foto:

Label bikinan sendiri

Kerupuk mentah belum digoreng

Kerupuk siap dipasarkan

Iklan

About Dhaniar Fito

Penulis amatiran yang berpura-pura menjadi blogger supaya terkenal di internet, terutama Google.

18 responses to “Kerupuk oh kerupuk

  1. zeifhend ⋅

    mantap artikel nya, moga sukses selalu…

    salam kompak selalu dari PT.TOGEL FANS CLUB.Tbk

  2. Rusa

    kerupuk Bawean lebih enyak loh πŸ˜€

  3. Mahendra

    Emang krupuk makanan paling top deh Mau dijambal atau pake nasi sama2 mantap πŸ˜€

  4. semangat bro!!! … ane doain biar sukses usahanya, aminnn ,,,

  5. Hehe…bagus ni mas…dpet ide nulis dmn ni??hehe
    tp emg sih..klo makan g pke krupuk itu g enk…rasanya gmn gtu…hihi.. πŸ˜€

  6. Bung Eko

    Tetangga saya dulu juragan kerupuk. Dari cuma beberapa bungkus dan dititipkan ke warung-warung tetangganya, kemudian menjadi berbal-bal dengan karyawan beberapa keluarga yang membantu membungkusi kerupuk2. So, mudah-mudahan keluarga Bung bisa sesukses itu. Ingat, kerupuk itu makanan ringan favorit orang Indonesia lho…

    • Terima kasih banyak atas doanya bung eko,,
      semoga juga sukdes… πŸ™‚

      emang semua usaha besar dimulai dari sesuatu yang kecil..
      kalo kerupuk ini sukses, bung eko silahkan mampir krmh saya. dijamin makan sepuasnya… πŸ˜€

      Trims

  7. gie fito

    good luck ya buat bisnis kerupuknya…….
    πŸ™‚

  8. choirul

    mau nanya ne… apa sih bahasa inggrisnya krupuk dan krupuk itu apakah hanya ada di Indonesia ya?

    salam kenal dari choirul huda

    jangan lupadaftar disini ya http://gajigratis.com/?ref=kereyoben

  9. masduki ⋅

    Pak aku di Bontang Kaltim, Minat saja sih jadi agen, tapi paketnya tolong dicarikan yang murah

  10. taufiq ⋅

    boleh ngak beli mentahnya?
    Kebetulan sy jg usaha krupuk di Malang kota.
    Berapa perkilo?
    No. Telp yg bs sy hub. Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s