Posted on

Mendatangkan Sora Aoi, Perlukah?

Sungguh miris melihat perkembangan industri film Indonesia sekarang ini. Semakin banyaknya film-film yang mengejar popularitas demi keuntungan berlimpah tidak diimbangi dengan kualitas film itu sendiri. Entah mengapa para sutradara amatiran gemar menjual sensasi para artisnya didepan publik untuk mendongkrak promosi film rendahan garapannya. Jika tidak horror ya komedi dan bahkan menjurus ke ranah erotisme panas berkedok humor atau misteri.

Masih ingatkah anda dengan fenomena Maria Ozawa yang sempat bermain dalam film Menculik Miyabi ? berbagai pro dan kontra bermunculan menghiasi media. Ada yang mendukung namun tidak sedikit yang mengecamnya. Salah satu pihak yang menentang keras adalah FPI yang bahkan mengancam memboikot kedatangan Maria di bandara. Saya sendiri tidak kaget melihat FPI bersikap seperti itu.

Maria Ozawa

Dilain pihak sang produser film tersebut memang mengharapkan sekali macam-macam komentar yang beredar. Tujuannya adalah membangun opini masyarakat untuk mendongkrak popularitas nilai film dengan gembar-gembor image bintang porno terkenal. Strategi itupun berhasil membuat masyarakat terutama kawula muda berbondong-bondong memadati bioskop hanya karena rasa penasaran ingin melihat akting sang “miyabi” meskipun ia belum berpengalaman main di film bioskop.

Nyatanya? film itu sangat jauh yang diperkirakan banyak orang. Maria hanya berakting sepersekian menit diawal dan diakhir cerita. Kualitas film itu sendiri sesuai tebakan saya. Datar dan penuh lelucon garing menjurus eksploitasi erotisme peran pengganti Maria Ozawa yang pada akhirnya gagal syuting di Indonesia. Sang “figuran” memang juga berasal dari Jepang, namun hal itu tidak bisa menutupi raut muka kecewa fans miyabi yang rela datang ke berbondong-bondong ke bioskop.

Sora Aoi

Berbanding terbalik dengan senyuman girang produser yang meraup pendapatan tinggi dari film “gagal” tersebut. Tidak akan lama lagi strategi promo seperti diatas bakal terulang kembali dalam waktu dekat. Pasalnya, bintang porno jepang lainnya bernama Sora Aoi juga akan datang ke Indonesia untuk bermain film. Saya sendiri belum tahu Sora akan bermain dalam film apa. Yang pasti ia akan memerankan karakter humor/horror esek-esek seperti pendahulunya.

Bagaimana tanggapan publik? sesuai skenario, sudah bisa dipastikan keramaian dimulai dengan internet. Diberbagai jejaring sosial maupun pemberitaan online mengupas rencana kedatangan Sora ke Indonesia. Bagai promosi gratis karena secara tidak langsung mengajak publik mencari tahu siapa sebenarnya Sora Aoi, beda dengan Maria Ozawa yang begitu familiar ditelinga anak muda seperti saya.Β  Jika anda termasuk orang yang belum kenal silahkan cari namanya di Google. Sudah banyak web atau blog yang memuat profilnya.

Sensasi menjual popularitas sudah menjadi bagian strategi promosi jitu dalam film nasional. Boleh disebut sebagai kewajiban industri film terutama pihak produser. Gampangnya, jika film yang dijual tidak berkualitas, maka gunakan saja nama artis dimedia seperti halnya Sora Aoi ini. Atau yang lebih ekstrim, buat keributan sesama artis pemeran film. Jupe dan DP adalah jaminan pas untuk memerankannya.

Tera Patrick

Menarik kita tunggu akan seperti apa wajah perfilman negeri ini nantinya. Sah-sah saja strategi diatas diterapkan. Namun tidak lebih hanya sebatas promosi saja. Jangan sampai nanti timbul industri film porno asli Indonesia mengikuti Thailand dan Filipina yang sudah lebih dulu eksis. Hal demikian tidaklah mustahil terjadi mengingat masyarakat Indonesia pada umumnya sangat menyukai sesuatu yang “panas”.

Kedatangan Sora sendiri menambah daftar bintang porno dunia yang pernah bermain film di Indonesia. Setelah Maria Ozawa, pasti penggemar Blue Film Amerika mengenal nama Tera Patrick. Saya punya salah satu “karyanya” hehe.. Tidak menutup kemungkinan daftar itu semakin bertambah mengingat industri film nasional sedang bergairah ditambah aksi boikot film Hollywood belum lama ini. Atau bisa dikatakan kita kembali ke era awal 90an dimana produksi film panas meningkat tajam dikala itu.

***

Iklan

About Dhaniar Fito

Penulis amatiran yang berpura-pura menjadi blogger supaya terkenal di internet, terutama Google.

12 responses to “Mendatangkan Sora Aoi, Perlukah?

  1. Iksa

    Hah ada-ada saja cara jualan film tak bermutu …kasihan yang bikin film beneran

  2. sora euy.. πŸ™‚
    nonton ah..

  3. andre

    asal film nya berkualitas sih ga papa menurut saya. no porn horor film seperti biasanya.

  4. kalo gak salah dia maen di suster keramas 2 deh
    soalnya di bandung udah mau tayang tuh

    yang bener sola aoi apa sora aoi sih?
    bingung

  5. Bung Eko

    Walah, walah, sukanya kok cuma buat film sensasional. Kapan film nasional bisa bersaing dengan dilm luar negeri. elajarlah dari Korsel, sekarang film-film nasional Korsel sudah mendunia. Indonesia kapan?

  6. Terus terang, terang terus, ;D saya baru tahu Sora Aoi. Aslinya, orang2 indonesia suka yang hot-hot, cuman masih malu2, dan jaim. πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s