Sidang Pariporno DPR

 

Kalo boleh jujur, tingkah laku seorang wakil rakyat dalam foto diatas mengingatkan diri saya sendiri akan masa-masa kelas 2 SMA yang begitu (maaf) bandel. Bukannya memperhatikan guru yang sedang menulis dipapan tulis eh, saya malah minjem HP teman buat nonton video porno didalam kelas. Agak sedikit nekat memang, maklumlah dikarenakan mulai memasuki masa-masa puber ditambah tidak pernah berpacaran sebelumnya. haha.. (ngaco)

Beragam adegan panas bersetubuh dalam video berdurasi singkat itu lebih memikat mata saya dibanding memperhatikan tulisan cakar ayam ibu Rahayu, yang terkenal cerewet seantero sekolahan. Untungnya dengan sedikit keterampilan dan teknik merendahkan tangan akhirnya saya bisa menuntaskan seluruh adegan dalam video tersebut sampai selesai tanpa ketahuan walaupun ada sedikit gangguan berupa colekan penasaran dari arah belakang yang tidak sabar ingin juga menontonnya. 😦 Baca lebih lanjut

Mendatangkan Sora Aoi, Perlukah?

Sungguh miris melihat perkembangan industri film Indonesia sekarang ini. Semakin banyaknya film-film yang mengejar popularitas demi keuntungan berlimpah tidak diimbangi dengan kualitas film itu sendiri. Entah mengapa para sutradara amatiran gemar menjual sensasi para artisnya didepan publik untuk mendongkrak promosi film rendahan garapannya. Jika tidak horror ya komedi dan bahkan menjurus ke ranah erotisme panas berkedok humor atau misteri.

Masih ingatkah anda dengan fenomena Maria Ozawa yang sempat bermain dalam film Menculik Miyabi ? berbagai pro dan kontra bermunculan menghiasi media. Ada yang mendukung namun tidak sedikit yang mengecamnya. Salah satu pihak yang menentang keras adalah FPI yang bahkan mengancam memboikot kedatangan Maria di bandara. Saya sendiri tidak kaget melihat FPI bersikap seperti itu.

Maria Ozawa

Dilain pihak sang produser film tersebut memang mengharapkan sekali macam-macam komentar yang beredar. Tujuannya adalah membangun opini masyarakat untuk mendongkrak popularitas nilai film dengan gembar-gembor image bintang porno terkenal. Strategi itupun berhasil membuat masyarakat terutama kawula muda berbondong-bondong memadati bioskop hanya karena rasa penasaran ingin melihat akting sang “miyabi” meskipun ia belum berpengalaman main di film bioskop.

Nyatanya? film itu sangat jauh yang diperkirakan banyak orang. Maria hanya berakting sepersekian menit diawal dan diakhir cerita. Kualitas film itu sendiri sesuai tebakan saya. Datar dan penuh lelucon garing menjurus eksploitasi erotisme peran pengganti Maria Ozawa yang pada akhirnya gagal syuting di Indonesia. Sang “figuran” memang juga berasal dari Jepang, namun hal itu tidak bisa menutupi raut muka kecewa fans miyabi yang rela datang ke berbondong-bondong ke bioskop. Baca lebih lanjut

Melinda Dee, Pembobol seksi Citibank

Pasti anda semua sudah tahu beritanya bukan? itu lho yang lagi ramai ditipi. Coba disetel deh tipinya atau beli koran diloper-loper perempatan lampu merah sana bagi yang belum tahu. Tapi kok anda sudah masuk ke dalam blog saya ya? denger dari mana? atau jangan-jangan anda lagi googling “melinda dee” ya? laah.. itu tandanya udah tahu. hehe..

Nama Melinda Dee memang lagi terkenal sekarang. Entah itu ditelevisi, surat kabar, internet, atau jejaring sosial seperti Twitter maupun Blackberry Messenger. Ya, wanita cantik dan seksi ini menjadi buruan media karena ulahnya sebagai karyawan membobol dana nasabah Citibank sebesar 17 M !! Busyeett….

Tidak heran selain cantik dan ber”toge”, Melinda dikenal cukup lincah dan pandai berhubungan dengan klien Citibank. Maka dari itu segeralah saya browsing fotonya di internet. Dari kemarin penasaran dengan wajahnya karena berita-berita ditelevisi tidak menyertakan foto. Tidak berapa lama inilah gambar Melinda Dee yang saya unduh pertama kali:

Alamaaakk.. 47 tahun masih seger abiss..!! tidak heran Melinda gampang menipu nasabahnya. Lelaki manapun jika berada di depannya akan menelan air ludah. Termasuk saya tentunya. weew… Baca lebih lanjut